Selasa, 26 Mei 2020


Sejenak mengingat beberapa kenangan. Waktu memudarkan lukaku dengan debunya, yang dengan perlahan membuatku tak lagi mengingatmu. Tapi aku lupa satu hal, bahwa apapun bisa saja terjadi termasuk hal yang tak pernah aku duga sekalipun. Kalau aku terus berusaha untuk melupakan, lalu kapan aku akan belajar? Coba saja melihatnya dari sisi yang tidak menyakitkan.

Aku pikir benar kata seseorang, jeda dari seseorang akan membuatmu satu, menyadari betapa kau kehilangan/mencintai mereka atau dua, berapa banyak kedamaian yang telah kau miliki tanpa mereka. Manusia macam apa aku ini yang tidak tahu tentang dirinya sendiri. Aku merasakan kehilangan tetapi aku juga merasakan kedamaian tanpanya. Aku menemukan kedamaian itu dalam suatu tempat bernama keluarga. Sebuah tempat yang tebuat dari cinta, kasih dan sayang. Jika sudah masuk di dalamnya hanya ada rasa aman, kedamain hati dan selalu diliputi oleh rasa syukur. Sebuah kenikmatan luar biasa ketika punya banyak waktu bersama mereka. Melakukan banyak hal, bercerita, dan tertawa.

Di setiap dekapan senja, selalu membuatku berharap akan sebuah asa, kemudian melantunkan doa. Aku adalah kelompok orang yang sangat percaya “Setiap hal terjadi untuk sebuah alasan”. Itulah kenapa aku selalu mencoba menerima dengan lapang apapun yang terjadi dalam kehidupan, baik atau buruk.

Di setiap aku mengingatmu, semakin kau yakinkan bahwa yang seharusnya aku kejar mati-matian bukanlah dirimu, tapi mimpi-mimpiku. Kau mungkin tidak pernah tahu betapa terlukanya aku ketika harus kuhapus paksa dirimu dari ingatanku.

Di setiap aku mengingatmu dan segala luka yang telah kau torehkan, rasanya hanya ingin pergi yang jauh dan berharap tak akan lagi mengingatmu, atau apapun tentangmu. Aku tak tahu apakah memang menjadi kelemahan manusia dalam hal memaafkan, bahkan memaafkan dirinya sendiri.

Tapi, semakin besar rasa ingin pergi jauh-ku, semakin pula aku menyadari satu hal. Hidupku bukan hanya tentangmu,  melainkan segalanya hanyalah tentang keluarga. Sampai kapan pun aku tidak mungkin bisa pergi jauh darinya.

Sekeras apapun aku melupakan, serapat apapun aku menutupi, dan sejauh apapun aku menghindar, aku tidak akan pernah bisa.
Aku tetap harus pulang. Tapi bukan untukmu.


Klaten, Mei 2020